Langsung ke konten utama

"Amuk Krakatau" South East Asian Malay Festival 2012

South East Asian Malay Festival merupakan rangkaian festival kesenian budaya Melayu se Asia Tenggara. Diselenggarakan oleh Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Sumatera Barat.

"Amuk Krakatau"

Merupakan karya tari kalaborasi mahasiswa Seni Tari dan Seni Musik Institut Kesenian Jakarta dengan Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung. Karya tari "Amuk Krakatau" menceritakan kehidupan masyarakat di sekitaran gunung Krakatau sebelum, sesaat, dan sesudah meletusnya gunung Krakatau yang meluluhlantakkan daerah di sekitarnya.
Sebagai mahasiswa seni tari di Institut Kesenian Jakarta dibawah bimbingan Bpk. Sukarji Sriman, Gintar Pramana Ginting diberikan kesempatan bersama Popo Julihartopo, Putri Dhita Mulya, Rizki Alma'u, dan Novia Hadiati Putri untuk terlibat dalam karya tari "Amuk Krakatau" mewakili Institut Kesenian Jakarta dalam ajang SEAMF 2012.

Karya tari ini dipentaskan di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Sumatera Barat.


#1. Pra Pementasan tari "Amuk Krakatau"







#2. Pementasan tari "Amuk Krakatau"









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gintarting Arts Performance Trip to Macau

Laman ini berisikan dokumentasi perjalan dan kegiatan Group Gintarting Arts Performance selama di Macau #1. Macau City Tour #2. Group Gintarting Arts Performance foto bersama dengan Delegasi Korea setelah acara Seremonial dan doa bersama menyambut Tahun Baru Cina. Sekaligus sykuran agar rangkaian acara Macau Chinese New Year Parade 2014 berjalan dengan lancar.

"NDEMI KITA"

Sebagai Pelengkap di Antara Kita Sinopsis: Semua berawal dari sebuah proses dan pembelajaran. Apa yang kita tanam, tentu itu yang akan kita tuai. Aku ada karena engkau ada tercipta untukku. Penata Tari: Gintar Pramana Ginting Penari: Andintan Mitayani Faradilia Sarfiani Gintar Pramana Ginting Iman Siti Khadijah Vanesha Widya Ayu Trisna Yusindar Regina Pemusik: Danisjwara Djokowidodo Jessie Faisal Karya tari "Ndemi Kita" terinspirasi dari filosodi " endi-enta" yang di kenal dalam lingkup budaya masyarakat Suku Karo di Tanah Karo Simalem. Filosofi tersebut memberi terlebih dahulu, maka kemudian akan menerima. Memiliki makna bahwa, ketika kita memberikan yang terbaik, maka kita akan mendapatkan balasan yang lebih baik. Begitu pula dengan sebaliknya, ketika kita memberikan yang tidak baik, maka kita akan mendapatkan balasan yang jauh lebih tidak baik lagi. "Ndemi Kita" merupakan sebuah garapan ko...

Dari Tanah Karo Menuju Macau

Gintarting Arts Performance merupakan delegasi perwakilan Indonesia untuk memeriahkan Chinese New Year Parade 2014 di Macau atas undangan Macau Goverenment Tourist Officer. O Taneh Karo merupakan thema tarian yang akan di persembahkan Group Gintarting Arts Performance sebagai salah satu tradisi  dan budaya yang ada Indonesia. Sekaligus memperkenalkan budaya suku Karo di kancah internasional.